Api Mengamuk di Cirebon, Rumah-Bengkel Ludes Seketika
Kobaran api diduga dari korsleting melahap rumah dan bengkel di Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dua motor hangus, kerugian tembus Rp70 juta tanpa korban jiwa.
TRAVLA, CIREBON- Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal yang merangkap tempat usaha bengkel di Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/4/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan berikut isi di dalamnya, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 09.18 WIB. Tak berselang lama, tim dari sektor Gunungjati langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.20 WIB dan tiba lima menit kemudian. Petugas segera melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api yang sudah membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengatakan bahwa api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan yang difungsikan sebagai bengkel sekaligus tempat tinggal.
“Kami menerima laporan pukul 09.18 WIB dan langsung merespons cepat. Api cukup besar karena di dalam terdapat bahan dan peralatan bengkel yang mudah terbakar, sehingga mempercepat perambatan api ke bagian rumah,” ujar Dadang saat dikonfirmasi.
Menurut dia, untuk mempercepat penanganan dan mengantisipasi meluasnya kebakaran ke bangunan sekitar, tim Gunungjati meminta bantuan tambahan dari sektor Weru. Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPE) bersama komandan pos Gunungjati dan Weru.
Informasi awal menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari lokasi kejadian. Saat kejadian berlangsung, aktivitas usaha di bengkel tersebut diketahui belum berjalan.
Pemilik bangunan, Samsudin, menduga api berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyambar bahan-bahan mudah terbakar di dalam bengkel. Api selanjutnya menjalar ke bagian rumah yang menyatu dengan area usaha.
“Dugaan sementara memang dari arus pendek listrik. Api cepat membesar karena menyambar material di dalam bengkel,” kata Dadang.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah barang berharga tidak sempat diselamatkan. Dua unit sepeda motor, yakni Yamaha Mio Soul dan Suzuki Smash, dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, peralatan bengkel, perabot rumah tangga seperti kulkas, televisi, kipas angin, hingga tempat tidur turut ludes dilalap api.
Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 96 meter persegi dari total luas bangunan 120 meter persegi. Sementara itu, sekitar 24 meter persegi area lainnya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 10.20 WIB, sebelum petugas kembali ke pos masing-masing untuk bersiaga.
Dadang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa proses pemadaman berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Penanganan berjalan lancar, koordinasi antar tim juga berjalan baik,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik di rumah maupun tempat usaha dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar. Hindari penggunaan kabel yang tidak layak, karena ini menjadi salah satu penyebab utama kebakaran,” kata Dadang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di bangunan yang menggabungkan fungsi hunian dan usaha dengan banyak material mudah terbakar.

