Tabrakan Bekasi Timur Ganggu Perjalanan KA di Cirebon
Enam KA tujuan Jakarta dari Cirebon terlambat 10–30 menit, puluhan perjalanan dibatalkan akibat insiden di Bekasi Timur, KAI fokus evakuasi dan pemulihan jalur
TRAVLA.ID, CIREBON- Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengalami gangguan menyusul insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta, pada Selasa (28/4/2026). Dampaknya, perjalanan kereta tujuan Jakarta dari Cirebon mengalami antrean dan keterlambatan.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan sedikitnya enam perjalanan kereta api menuju Jakarta terdampak langsung. Keterlambatan yang terjadi berkisar antara 10 hingga 30 menit akibat kepadatan jalur dan proses penanganan di lokasi kejadian.
“Untuk sementara terdapat enam kereta api tujuan Jakarta yang mengalami antrean dan keterlambatan antara 10 sampai 30 menit,” ujar Muhibbuddin, Selasa (28/4/2026).
Selain keterlambatan, KAI juga melakukan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, baik pada keberangkatan 27 April malam maupun 28 April 2026. Pembatalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional dampak insiden.
Pada keberangkatan 27 April 2026 malam, terdapat 10 perjalanan kereta api yang dibatalkan. Di antaranya KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon, KA Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang, hingga KA Tawangjaya Premium relasi Pasar Senen–Semarang Tawang.
Sementara pada 28 April 2026, sedikitnya 13 perjalanan kereta api kembali dibatalkan. Beberapa di antaranya meliputi KA Gunungjati relasi Cirebon–Gambir, KA Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir, hingga KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.
Muhibbuddin menjelaskan, gangguan operasional ini merupakan imbas langsung dari insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh petugas di lapangan terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal agar perjalanan kereta api dapat kembali normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini. Saat ini petugas masih fokus pada proses evakuasi dan penanganan di lokasi dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, terdapat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka.
Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan medis. KAI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Muhibbuddin menambahkan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi kepada pelanggan, terutama terkait jadwal perjalanan kereta api yang terdampak. Penyesuaian operasional masih terus dilakukan seiring proses penanganan di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada pelanggan,” ujarnya. (Bai)

