TRVLA.ID, CIREBON– Kinerja pasar modal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sepanjang triwulan I/2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.

Jumlah investor yang tercatat melalui single investor identification (SID) menembus 567.000, meningkat 79,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor, akumulasi transaksi saham di wilayah tersebut juga mengalami lonjakan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,57 triliun atau tumbuh 101,26% secara yoy. Data ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas pasar modal.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi menunjukkan perkembangan positif dari sisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Pertumbuhan jumlah SID yang cukup tinggi hingga 79,8% secara yoy menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Ini juga menjadi indikator bahwa edukasi dan sosialisasi yang dilakukan selama ini mulai memberikan hasil,” ujar Agus, Kamis (29/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan nilai transaksi yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya mencerminkan peningkatan aktivitas investasi lebih aktif dari para investor, baik individu maupun institusi.

Menurut Agus, peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai program literasi keuangan yang terus digencarkan oleh OJK bersama pemangku kepentingan lainnya, termasuk pelaku industri pasar modal dan pemerintah daerah.

“Kami melihat bahwa masyarakat kini tidak hanya tertarik untuk membuka rekening investasi, tetapi juga mulai aktif bertransaksi. Ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap instrumen pasar modal,” katanya.

Selain itu, Agus menilai optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi turut mendorong pertumbuhan pasar modal di daerah. Kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat untuk mengalokasikan dana ke instrumen investasi seperti saham.

“Optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan juga menjadi salah satu pendorong. Masyarakat mulai melihat pasar modal sebagai alternatif investasi yang menjanjikan,” ucapnya.

Meski demikian, OJK tetap mengingatkan masyarakat untuk berinvestasi secara bijak dengan memahami profil risiko masing-masing. Agus menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar pertumbuhan investor tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga diikuti dengan kualitas pemahaman yang memadai.

Ke depan, kata Agus, OJK Cirebon akan terus memperluas jangkauan edukasi pasar modal, khususnya kepada generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis investor domestik sekaligus menjaga pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan di wilayah Ciayumajakuning,” tutup Agus.